Selasa, 08 Mei 2012

Pemberdayaan Usaha Masyarakat Aceh Singkil Terkendala Dana

Pemberdayaan Usaha Masyarakat Aceh Singkil terkendala dengan kecukupan dana. Beberapa Pelatihan-pelatihan usaha untuk industri rumah tangga yang diberikan tidak dapat dilanjutkan karena ketiadaan dana. Hal ini terjadi pada tiga orang yang telah mengikuti pelatihan pembuatan detergen pada tahun 2010, namun hingga saat ini belum ada kelanjutan atas pelatihan yang mereka terima.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat (BPM) Aceh Singkil melalui Kepala Bidang Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat, Syafii Rani, SPdi mengatakan kepada RRI bahwa pemberdayaan usaha masyarakat ini terkendala karena dananya masih dari Provinsi yang dijatah untuk kecamatan yaitu masyarakat yang mengajukan proposal. Pemberian dana dilakukan secara bergulir yang dianggarkan pada bulan November setiap tahunnya. Pagu dana yang diterima tidak mencukupi untuk melatih masyarakat.

Syafii menambahkan anggaran yang diberikan untuk tahun 2012 sangat minim. Untuk Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat hanya dianggarkan Rp 60 juta. Jumlah ini sangat tidak mencukupi untuk mencakup 11 kecamatan yang ada di Kabupaten Aceh Singkil. Selain keterbatasan dana, Pengembangan Usaha masyarakat juga terkendala karena adanya tumpang tindih kegiatan dengan dinas-dinas terkait lainnya.

Lebih lanjut Syafii mengatakan BPM selalu berusaha untuk membantu setiap usaha masyarakat yang memiliki usaha dalam bentuk industri rumah tangga. Apabila masyarakat kesulitan dalam pengemasan dan pemasaran, maka produk tersebut akan dibeli oleh BPM untuk dikemas ataupun dipasarkan. (Eva Basaria/EBS)

800 Lebih Masyarakat Aceh Singkil Urus KTP dan KK di Stand Disdukcapil

800 Lebih masyarakat Kabupaten Aceh Singkil Mengurus Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga Gratis (KK) di Stand Pameran Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Aceh Singkil (Disdukcapil). Sampai dengan hari ke ketujuh pameran pembangunan dalam rangka menyambut Hari Jadi Aceh Singkil, jumlah masyarakat yang membuat KTP dan KK mencapai 817 orang.

Rahimi, salah satu warga desa Tanjung Mas Kecamatan Simpang Kanan mengatakan kepada RRI bahwa pengurusan KTP sangat cepat dan mudah. Rahimi mengatakan bahwa memilih mengurus KTP di pameran karena pengurusannya lebih cepat selesai dan tidak membutuhkan biaya.

Ida Hidayat, salah satu pegawai Disdukcapil mengatakan pembuatan KTP dan KK sangat mudah. Untuk pembuatan KTP baru hanya diperlukan pengisian formulir yang ditandatangani kepala desa dan yang bermohon. Sementara untuk pembuatan KTP baru hanya membawa KTP lama dan pasfoto ukuran 3x4. Sedangkan pengurusan KK dengan mengisi formulir isian biodata, dan apabila memperbaharui KK cukup menambahkan biodata penambahan jumlah anggota keluarga.  (Salihin Barus/EBS)

Pemda Aceh Singkil Tertibkan Rumah Ibadah Tanpa Izin

Pemerintah Daerah (Pemda) Aceh Singkil melakukan penertiban rumah ibadah menyikapi tuntutan umat muslim terkait banyaknya rumah ibadah yang berdiri tanpa izin. Penertiban dilakukan dengan penyegelan rumah ibadah oleh Tim yang dibuat oleh Pemda yang terdiri dari Ketua Tim, Kepala Dinas Syariat Islam, Forum Kerukunan Umat Beragama, Aparat Keamanan dan Satpol PP. Dari 24 rumah ibadah yang tidak memiliki izin, 16 sudah disegel, sedangkan 8 lainnya masih dalam proses karena jarak tempuh yang cukup jauh. Penyegelan mencakup lima kecamatan, yaitu Kecamatan Suro, Kecamatan Simpang Kanan, Kecamatan Danau Paris, Kecamatan Gunung Meriah, dan Kecamatan Pulau Banyak Bharat.

Ketika dikonfirmasi RRI terkait dengan penertiban ini, Pj Bupati Aceh Singkil, Ir Razali AR, Msi mengatakan kepada RRI (4/4) bahwa Pemda Aceh Singkil hanya menertibkan rumah ibadah yang diluar izin. Penertiban dilakukan sesuai aturan, sehingga tidak ada yang dirugikan. Pemerintah tetap memberi ruang kepada siapapun untuk beribadah, namun harus mengikuti aturan-aturan yang ada, khususnya aturan-aturan yang ada di Provinsi Aceh.

Razali menambahkan penertiban bukan larangan untuk beribadah kepada umat non muslim. Penertiban dimaksudkan untuk mengamankan agar tidak ada pihak-pihak lain yang akan mengambil langkah-langkah sendiri. Razali berharap dengan adanya penertiban ini daerah Aceh Singkil akan lebih aman dan damai. Razali mengatakan bahwa Pemda Aceh Singkil akan berkoordinasi dengan lembaga terkait di tingkat provinsi, sehingga permasalahan ini dapat diselesaikan secara arif dan bijaksana. (Eva Basaria/EBS)

Dinas UKM Aceh SIngkil Dirikan 164 Koperasi

Dinas Usaha Kecil menengah (UKM) Kabupaten Aceh Singkil membina Layanan Usaha Perekonomian Masyrakat, dengan medirikan Koperasi sebanyak 164 bangunan. Adapun jenis Koprasi ini adalah seperti jenis pengelola Simpan pinjam , KSU, KOPERKAN,KOPERBUN dan KOPTAN.  Dari total 164 bangunan Koperasi, hanya sebanyak 60 koprasi yang di Katagorikan aktif dalam menjalankan tugas.

Afdaluddin, SH. mewakili dari Surkani, SE. selaku kepala Bidang permodalan dan Simpan Pinjam kepada RRI Mengatakan (4/4), langkah pertama untuk mengatasi survei modal kekoprasian dengan memanfaatkan dana APBN. Koperasi yang mendapat bantuan hitungan dari ditahun 2009 lalu s/d 2012 ini hanya terdiri sebanyak 10 koperasi saja, yaitu ditempuh dari dana APBN (BANSOS) Bantuan Sosial yang bersifat Hibah dalam bentuk bantuan kecil. Dimana dalam satu  bangunan Koprasi hanya terdapat sebanyak Rp 50.000.000,- pertahunnya. Sementra dari lima tahun terakhir dana APBK tidak bisa bergerak untuk mendanai Koperasi-koperasi yang ada di Kabupaten Aceh Singkil.

Kendala yang selama ini yang dialami oleh dinas UKM adalah pengarahan pembinaan yang sangat terbatas terhadap anggota lapangan, baik dalam hal kelembagaan, dalam kelayatan Usaha dan sampai dengan akutansi. Hal ini faktornya juga dikaitkan dengan anggaran yang sangat terbatas.

Afdaluddin Berharap, kepada Dewan Kabupaten Aceh Singkil. Agar Koprasi bisa aktif semua dan bisa bekerja kembali dengan bantuan dana.   Hal ini dikarenakan harus bisa mencapai target yang sudah ditentukan, sesuai dengan aturan program dijakarta yang ditargetkan, dimana semestinya dalam satu desa harus bisa mewujudkan satu Koperasi yang terunggul, sehingga bisa menggerakkan perekonomian Masyarakat, baik dalam hal simpan Pinjam maupun usaha-usaha yang bisa dikembangkan. (Defri Suriana/EBS)

Berbagai Produk Kerajinan Aceh Singkil Sudah Capai Tingkat Nasional

Bermacam Produk kerajinan di Bidang Industri asli dari tanah Kabupaten Aceh Singkil yang sudah capai tingkat Nasional.  Pencapaian ini didapatkan pakar perajinnya dengan harus mengikuti Pendidikan di luar kota, yaitu untuk menimba ilmu yang paling dalam selama tiga tahun masa Pendidikan.  Hal ini dibiayai oleh kementrian-Kementrian, dan apabila sudah bisa diandalkan maka pakar perajin asli Putra/I Singkil disebarkan disetiap Kecamatan di Kabupaten Aceh Singkil. Adapun Citra produk yang ada di Kabupaten Aceh singkil setiap Kecamatannya seperti, produk Sepatu (Mendena), Produk besi, produk Pembuatan tas dari Eceng Gondok, Produk Pembuatan Batu Bata, Produk tempe-Tahu dll, hal ini atas keja sama dengan UKM Aceh Singkil.

Drs. Taslim, Selaku Kepala Dinas Usaha kecil Menengah (UKM) Kabupaten Aceh singkil Mengatakan Kepada RRI (3/4), Selain dinas UKM, angota DPRK Aceh Singkil juga ikut berpartisipasi dalam mengunggulkan produk-produk  yaitu melalui dana Aspirasi, seperti memberikan bantuan berupa alat dan Bahan kepada masyarakat di setiap kecamatan-Kecamatan sesuai dengan Proposal yang dianjurkan.

Taslim menambahkan untuk mengunggulkan produk kerajinan tersebut memang tidak ada anjuran bantuan dana segar, melainkan selama ini hanya pengadaan alat, barang dan fasilitas saja. Namun dengan bantuan-bantuan sedemikian produk-produk bisa berhasil dan sukses, kesuksesan tersebut juga pengembangan ilmu para pakar yang selama ini menjadi andalan pokok.

Kemudian pada tahun 2012 ini juga akan digerakkan Produk batik Asli Singkil dengan Produk pembuatan Jam dinding dan lain sebagainya dari Pohom Kelapa, yaitu yang dipusatkan di Pulau Banyak Kabupaten Aceh Singkil. Karena Keindahan Pulau Banyak memang terkesan dengan penghijauan Pohon Kelapa. (Defri Suriana/EBS)

Hari ke-6 Pameran, BPBD Aceh Singkil capai 784 pengunjung

Di Hari ke 6 Perayaan HUT Aceh Singkil yang ke 13 Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Singkil merupakan Stand yang banyak dikunjungi oleh Masyarakat dalam ajang pameran 2012 ini dengan jumlah 784 pengunjung. Hal ini merupakan meteri yang di berikan kapada masyarakat cukup menarik perhatian dalam masalah Bencana – bencana ditambah lagi pajangan fasilitas bencana seperti Mesin Alat saringanTeknologi terbaru,Tenda Peleton, Mobil Dapur Lapangan, Perahu Karet dan Sepeda Motor. Sehingga membuat minat pengunjung dalam Stand Pameran ini cukup banyak di bandigkan Stand-stand yang lain.

Satria Buana SH, Selaku Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiap Siagaan BPBD Aceh Singkil mengatakan kepada RRI (1/5) bahwa tanggapan masyarakat yang positif dalam pameran ini juga merupakan alternatif sosialisasi. Sehigga rasa ingin tahu masyarakat tentang bencana itu sendiri yang dikarenan bencana ini berdampak langsung kepada masyarakat.

Dalam ajang pameran ini BPBD juga memberikan materi umum tentang bencana yang sudah terjadi di daerah-daerah lain . Sehingga masyarakat bisa mengetahui apabila sewaktu-waktu terjadi bencana tindakan apa yang harus mereka lakukan . Hal ini merupakan tingginya Animo masyarakat untuk ingin tahu tentang bencana yang sudah terjadi.

Audisi Duta Wisata Tingkat Kabupaten Aceh Singkil dimulai 27 April s/d 8 Mei 2012

Pelaksaan Pendaftaran Audisi Lomba Duta Wisata tingkat Kabupaten sudah Digerakkan mulai Tanggal 27 April 2012 s/d 8 Mei 2012 di Kabupaten Aceh Singkil. Dimana Pendaftaran ini umum dibuka kepada 11 Kecamatan , baik kalangan remaja ataupun Dewasa, dengan syarat pendaftaran bisa mempersentasekan umum tentang objek wisata Kabupaten Aceh Singil, mengetahui pengetahuan umum, bisa menyampaikan kebudayaan, beretika baik dalam penampilan, dan bisa berbahasa Inggris. Hal ini kesempatan Untuk Para generasi-generasi penerus yang bisa menyalurkan bakatnya untuk melestarikan Aset Budaya dan seluruh Kepariwisataan Aceh Singkil.

Dahrusyid, SH . selaku kepala bidang Parawisata Kabupaten Aceh Singkil kepada RRI mengatakan (3/4), minat generasi muda sangat tinggi dalam persentase audisi duta wisata ini, dan angka pendaftaran saat ini sudah mencapai ke jenjang tinggi.  Kemudian dalam pelaksanaan Lomba Duta wisata tersebut jelang hari final seluruh peserta harus melakukan penyeleksian dari 7 juri yang dihadapinya , diantaranya juri Bahasa Inggris dan juri pengetahuan umum.

Setelah melakukan Grand final audisi lomba duta Wisata tersebut pada 10 Mai 1012 , maka pada 15 Mai 2012 tujuh  juri akan menentukan nasib seluruh peserta yang ikut audisi. Kemudian bagi peserta yang maju ke final atau bisa meraih kejuaraan maka keberuntungan ditangan mereka.

Bagi Peserta yang bisa meraih juara 1,2 dan 3 maka akan diberikan imbalan yang sesuai, untuk juara pertama, memerima berupa uang tunai sebanyak Rp 1.500.000,- plus tropy tanda kejuaraan, kemudian untuk juara dua (2) uang tunai sebanyak Rp 1.200.000,- plus tropy tanda kejiaraan, dan untuk juara tiga atau juara terakir, dengan jumlah uang tunai sebanyak Rp 800.000,- Plus tropy tanda kejuaraan.