Selasa, 08 Mei 2012

Akibat Rekorslet wayar, Sebuah Mobil Terbakar Hangus

Sebuah mobil hangus terbakar di jalanan umum Kecamatan Suro lintasan Subulussalam – Singkil.  Pemilik mobil atas nama Taban, warga desa Lipat Kajang, berhasil menyelamatkan diri karena sempat melompat keluar dari mobil tersebut.
Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang Safrianto, Sik melalui Kapolsek Kecamatan Suro, Ipda Asmadi, AM, mengatakan kepada RRI (19/4) bahwa kebakaran terjadi sekitar pukul 17.30 di desa Mandumpang, Kecamatan Suro.  Mobil jenis Pick Up Carry Plat BL 8141 RZ ini terbakar sendiri akibat rekorslet wayar.   Tidak ada korban jiwa akibat kebakaran mobil tersebut, namun korban masih trauma akibat kejadian tersebut.  Diperkirakan kerugian material sebesar Rp 60 juta.
Lebih lanjut  Asmadi mengatakan api dari mobil dipadamkan oleh Satuan Pemadam Kebakaran Wilayah Rimo – Gunung Meriah yang dihubungi langsung oleh korban. Namun disayangkan mobil tidak dapat diselamatkan, dan dalam keadaan rusak berat.  Keempat ban hangus terbakar dan mesin mengalami banyak kerusakan.  Saat ini mobil sudah berhasil dipinggirkan ke tepi jalan oleh aparat keamanan dari Polsek Suro dengan dibantu masyarakat setempat. (Eva Basaria/EBS)

Hari Kedua Pengobatan Massal, Jumlah Pasien mencapai 200 Orang


Program pengobatan gratis Pelayanan Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK) Hari Kedua ramai pengunjung .  Kegiatan dilakukan di desa Ujung Sialit, desa berpenduduk 1351 jiwa dan desa Suka Makmur berpenduduk sekitar 130 jiwa.  Selama kegiatan berlangsung masyarakat menyambut antusias kedatangan Tim dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil dan Tim Dinas Kesehatan Prpvinsi Aceh.

Kepala Desa atau Gechik Desa Ujung Sialit, Okta Derita Gea sangat berterima kasih dengan pengobatan gratis ini.  Okta Derita berharap dengan pengobatan ini kesehatan masyarakat lebih terjamin.

Sementara itu, salah satu Tenaga Kesehatan, yaitu Bidan Desa Ujung Sialit, Ria Natalia Tinambunan mengatakan kepada RRI (17/4) sangat senang dengan kegiatan ini dan berharap kegiatan ini dilakukan sesering mungkin.  Karena kegiatan ini sangat membantu masyarakat dan menyehatkan masyarakat.
Selama proses pengobatan di desa Ujung Sialit kendala yang dihadapi adalah keterbatasan masyarakat dalam menggunakan bahasa Indonesia.  Sehingga selama pengobatan keluhan disampaikan oleh seorang kader desa sebagai penerjemah. Sementara di desa Suka Makmur tidak ada kendala bahasa. Dari informasi Dokter yang menangani, penyakit yang diderita masyarakat adalah demam, batuk, reumatik, maag, dan hipertensi.  Dan penyakit yang kebanyakan dikeluhkan adalahasam urat dan dermatitis (gatal-gatal). Jumlah masyarakat yang mengikuti pengobatan massal ini mencapai 200 orang lebih. Masyarakat sangat berharap kegiatan ini sering dilakukan karena dirasakan sangat membantu. (Eva Basaria/EBS)

Dinkes Aceh Singkil Melakukan Pengobatan Massal ke 3 daerah Terpencil

Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil Melakukan Pengobatan Massal ke Daerah Terpencil yang mencakup 3 (tiga) desa di Kecamatan Pulau Banyak Barat yaitu Desa Haloban, Desa Ujung Sialit, dan Desa Suka makmur.  Pengobatan dilakukan selama dua hari pada 16-17 April 2012 dan diberikan secara gratis tanpa ada pembatasan jumlah pasien, artinya semua masyarakat yang datang akan dilayani.
 
Respon masyarakat terhadap kegiatan ini cukup baik.  Salah satu masyarakat Pulau Haloban Sajiah berharap kegiatan ini terus berlanjut.  Karena selama ini pengobatan ke dokter harus pergi ke ibukota kecamatan dan memerlukan ongkos yang cukup besar.
Kepala Bidang Pencegahan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL), H. Mufrin, SH mengatakan kepada RRI (16/4) bahwa program pengobatan gratis ini didanai dengan APBN.  Yang kemudian dirujuk ke provinsi yaitu berupa Pelayanan Daerah Terpencil Perbatasan dan Kepulauan (DTPK).  Program ini lebih menjurus pada pemenuhan program-program yang belum tercakup untuk mencapai angka Standar Pelayanan Minimal (SPM).

Mufrin menambahkan kegiatan ini dilakukan secara bergantian di seluruh Indonesia.  Dan tahun ini Kabupaten Aceh Singkil mendapat kesempatan untuk program tersebut.  Tenaga yang dikerahkan untuk kegiatan ini adalah 1 orang dokter dari Ibukota Kabupaten Aceh Singkil, 3 orang Bidan PTT, dibantu oleh 14 Tenaga Kesehatan dari Kecamatan Pulau Banyak Barat dan  9 Tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil.  Serta didukung oleh  dua orang utusan dari Dinas Kesehatan Provinsi Aceh.  Meskipun hanya dengan satu orang dokter, namun pengobatan massal hari pertama berjalan dengan lancar. (Eva Basaria/EBS)

Gerah dengan manajemen, Dokter RSUD Aceh Singkil Mogok Kerja

Para Dokter Umum di RSUD Kabupaten Aceh Singkil Mogok Kerja Kamis 19 April 2012, di Sebabkan Gerah dengan Masalah dari Pihak manajemen yang tidak pernah menyelesaikan Permasalahan yang ada. Seperti tidak menanggapi keluhan para Dokter menyangkut dengan fasilitas-fasilitas dan obat-obatan yang terbatas. 

Dokter Eko Saputra Anugroho Selaku Dokter Umum RSUD mengatakan kepada RRI (19/4), atas hal ketidak lengkapnya kesediaan obat atau Laboratorium tidak lengkap, maka permasalahannya di bebankan seluruhya kepada Dokter oleh pihak Manajemen.  Sementara hal tersebut dinyatakan bukan bagian dokter yang menyelesaikannya.  Namun sebagai keluhan dokter sudah di laporkan ribuan kali, dan sampai detik ini pihak Manajeman RSUD Aceh Singkil masih menyudutkan laporan para dokter umum dan belum memberikan tanggapan harapan yang menyelesaikan permasalahan.  Dimana Pasien-pasien sangat membutuhkan perawatan perawatan khusus.

Eko menambahkan, selain itu Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) kabupaten Aceh Singkil juga tidak pernah menciptakan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang didarati kebagian Darurat,  yang seharusnya dasar para dokter-dokter harus memilik SDM.  Untuk menangani tindak lanjut masalah tersebut dokter masih tetap menyampaikan keluhannya.  Namun disaat dokter bertindak mencoba mengadu semua pemasalahanya ternyata Manajemen RSUD tidak mau melakukan acara pertemuan. Malahan langkah yang diambil oleh Manajemen RSUD adalah langkah yang menyulitkan Dokter-dokter untuk mengambil haknya masing-masing. (Defri Suriana/EBS)

Aceh Singkil Kekurangan Tenaga Kebersihan

Minimnya Tenaga Kerja Kebersihan dalam Kabupaten Aceh Singkil, menyebabkan Lingkungan Kabupaten jauh dari pandangan yang indah. Dimana untuk penyesuaian tenaga kerja kebersihan dalam satu Kabupaten yaitu minimal 200 orang, namun di Kabupaten Aceh Singkil tenaga kebersihan hanya terdiri 28 orang kontrakan.  Kemudian dari 28 orang tenaga kontrakan kebersihan tersebut dibagi dalam 11 kecamatan, yaitu masing-masing kecamatan hanya terdiri dua atau tiga tenaga kerja.
Nazir Selaku Sekretaris  Bapedalda Pertamanan dan Kebersihan  Aceh Singkil kepada RRI  mengatakan (17/4), Faktor minimnya tenaga kerja kebersihan dalam Kabupten adalah disebabkan dana Operasional yang sangat terbatas. Ditambah lagi dengan fasilitas yang tidak memadai.  Hal ini tidak bisa menimalisir tenaga kontrakan kebersihan dalam satu Kabupaten.

Nazir juga menjelaskan dalam 28 orang tersebut mencakup keseluruhan menangani kebersihan maka tidak fokus dalam menjalankan tugasnya, baik itu kebersihan Jalan, kebersihan pekan mingguan dan kebersihan taman, sesuai dengan rencana yang ditetapkan. Selain itu masyarakat juga kurang peduli dalam tata kebersihan, dimana masyarakat sering menaruhkan sampah yang bersifat basah dalam tong sampah umum. Sehingga apabila telat mengangkat tong sampah tersebut maka akan menimbulkan bau tidak sedap dalam Kabupaten kota maupun tiap-tiap Kecamatan.

Sebagai Harapannya kepada Pemerintah setempat agar peduli ke arah tenaga Kontrakan kebersihan kabupaten kota, agar bisa menimalisir tenaga kerja.  Namun untuk selanjutnya Program tong sampah itu dapat  segera dihapuskan yang berkelilingi Kabupaten kota, karena bisa mencemari pandangan lingkungan. Saat ini tingkat tampilan Kabupaten Aceh Singkil sangat memperhatinkan jauh dibawah keindahan. Nazir berharap di masa akan datang bisa lebih maju dalam keindahan Kabupaten kota. (Defri Suriana/EBS)

1147 Siswa/i SLTA Aceh Singkil Ikuti Ujian Nasional

Situasi Ujian Nasional (UN) Di Kabupaten Aceh Singkil sejauh ini masih berjalan dengan mulus.  Walaupun ada satu sekolah diantaranya yang bermasalah kecil, namun masih dalam keadaan aman dan masih  bisa terkendali. Jumlah keseluruhan peserta yang mengikuti UN tahun 2012 di tingkat SMA dan MA Sederajad  1147 orang, resmi sesuai dengan daftar nominan tetap dari 11 sekolah di Kabupten Aceh Singkil. Sekolah yang bermasalah tipis Senin 16 april 2012 adalah sekolah Madrasah Aliah Suasta Dahrul Mutaallimid kecamatan Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil, yaitu dengan masalah Lembaran Jawaban UN (LJ UN).  Didalamnya LJ sudah dalam keadaan  rusak, jumlahnya juga terbatas sesuai dengan peserta dan tidak ada Cadangan LJ ataupun soal UN .  Untungnya sekolah lain masih memiliki LJ sisa  dari beberapa siswa yang dinyatakan tidak mengikuti UN.
Khalilullah. Spd, Selaku Kepala Bidang Pendidikan Menengah atau panitia UN kepada RRI (17/4) mengatakan sampai saat ini petugas monitoring yang ada di lapangan dibantu dengan kepala sekolah masing-masing atau sebagai penanggung jawab penyelenggaraan di tingkat satuan pendidikan. Kondisi masih dalam pegangan aman, dan semua peserta sudah mempersiapkan diri dari sedemikian rupa,  baik dari kesehatan, mental, dan lain sebagainya.
Terkait dari daftar nominan tetap, ada 16 peserta  yang tidak mengikuti atau tidak hadir pada hari pertama UN.  Enam orang Laporan Sakit dan sepuluh orang tanpa keterangan.  Hal itu sesuai dengan laporan tujuh sekolah yang tercantum. Kepada peserta yang jelas keterangannya dapat mengikuti Ujian susulan, tetapi harus dinyatakan dengan bukti yang lengkap. Ujian akan dilakukan secara Gabungan di satu titik Lokasi yang mudah dijangkau.  Menyangkut dengan Distribusi soal dan lain sebagainya yang sangat terbatas.   Sementara bagi siswa yang tidak hadir tanpa keterangan maka tidak ada izinan lagi kepada peserta untuk mengikuti Ujian susulan, karena tidak ada perlengkapan laporan yang bisa dijadikan sebagai bukti.

Khalilullah berharap kepada peserta yang sedang menghadapi gelombang besar dalam masa akhir Sekolah ini bisa berjalan lancar dan bisa menyelesaikan secara santai, tidak ada hal yang menyebabkan stress, dan bisa memperoleh nilai yang bisa mencapai kelulusan yang ditargetkan. Juga semoga tidak ada kendala baik itu secara teknis yang menyangkut dengan bahan Ujian Nasional. (Defri Suriana/EBS)

Bapedalda Aceh SIngkil Komit Lakukan Pembersihan Sampah

Bapedalda Aceh Singkil akan segera mengupayakan masalah kebersihan lingkungan terutama di daerah lingkungan Masyarakat Aceh Singkil. Hal ini dilakukan agar masyarakat tidak terjangkit penyakit terutama bagi masyarakat yang berada di daerah yang penduduknya banyak.

Upaya ini dilakukan karena banyak masyarakat  yang  mengeluhkan masalah kebersihan lingkungan  terutama masayarakat yang berada di daerah perumahan BRR Kecamatan Singkil yang disebabkan oleh  adanya dua  tong sampah di daerah perumahan masyarakat dan di dekat mesjid sehingga membuat masyarakat yang beribadah  terganggu dengan terlalu banyaknya sampah yang sudah melimpah belum dibuang oleh Bapedalda. Ketidak nyamanan ini juga dirasakan oleh masyarakat yang melintas.
Nazri selaku Sekretaris Bapedalda mengatakan kepada RRI (17/4) bahwa penyebab tidak terbuangnya sampah yang terlalu banyak di karenakan container yang didatangkan dari Banda Aceh yang langsung di letakan ke lokasi perumahan BRR.  Padahal  belum di izinkan oleh Bapedalda dikarenakan mobil untuk mengangkut tidak sesuai sehingga tidak bisa diangkut dengan mobil anggul.
Nazir juga mengatakan bahwa mereka akan segera mencari solusi agar sampah yang membuat masyarakat tidak nyaman segera teratasi  dan segera dibuang dari lingkungan masyarakat. Nazir juga mengatakan bahwa penyebab bau sampah karena masyarakat yang membuang sampah yang mudah busuk sehingga membuat masyarakat tidak nyaman dengan tidak teraturnya dalam membuang sampah. (Aryani/EBS)