Selasa, 10 April 2012

Listrik di Aceh Singkil Padam 20 Jam KarenaTumbangnya Tiang Listrik

Listrik di Aceh Singkil Padam Selama 20 jam akibat tumbangnya tiang listrik sebanyak empat tiang yaitu dua tiang patah dan dua tiang penyangga rusak.  Hal ini dikarenakan angin kencang yang merobohkan sebatang pohon cemara sehingga menimpa jalur arus listrik. Dimana pihak PLN harus melakukan pemandaman listrik disaat  angin kencang, agar  tidak terjadi kontak tegangan arus listrik ke rumah warga.

Safril AR selaku Manager PT PLN Rayon Singkil mengatakan kepada RRI (4/4) tumbangnya  tiang listrik terjadi adalah di kawasan Desa Pancang Dua Kecamatan Singkil Utara Kabupaten Aceh Singkil.  Namun untungnya tidak ada korban jiwa atau mengenai perumahan sekitar, karena tumbangnya kearah lalu lintas yang kebetulan tidak ada kendaraan yang melintas.
Safril juga menjelaskan, perbaikan arus listrik ini  memakan waktu lama, karena jenis perbaikan adalah jenis manual  yang harus dilakukan oleh petugas lapangan. Disebabkan dua mobil pereda beban penegak tiang listrik sampai saat ini masih dalam kondisi rusak di lokasi Pemko Subulussalam.
Namun  dari itu Safril kembali mengatakan, pemadam listrik segera diinformasikan kepada seluruh kawasan yang padam, baik pihak Polsek, pihak Kodim, pihak Media, dan masyarakat agar tidak ada kepanikan terhadap pelanggan PT PLN Rayon Singkil. (Defri Suriana/EBS)

Memasuki Bulan April Total Narapidana di Aceh Singkil mencapai 81 Orang

Pada Tahun 2012 ini Jumlah Tahanan dan Narapida di Rutan Cabang Singkil berjumlah  81 Orang dari Keseluruhan  Kasus yang telah dilakukan mereka diantaranya yaitu Kasus Narkoba, Pencurian, Penipuan, Korupsi dan KDRT . Dalam Kasus ini  yang sangat banyak di tangani yaitu kasus Narkoba dari 81 orang 19 diantaranya masih dalam tahanan  dan 62 orang  merupakan Narapidana.
Miswar, SH. Selaku Kasubsi Penggelola Cabang Rutan Singkil menggatakan kepada RRI (4/4)narapidana  khusus kasus narkoba sebanyak 31 orang dan kasus pidana umum juga sebanyak 31 orang yang diantaranya kasus Pencurian, KDRT , kasus Penipuan, dan  kasus Korupsi.  Bahkan diantara pidana akan mendapatkan remisi jika sudah memenuhi jadwal bebasnya maka akan segera dibebaskan. Tetapi diantaranya mereka akan mendapatkan remisi  umum pada tanggal 17 Agustus , dan bahkan mendapatkan remisi pada Hari lebaran bagi umat Islam, sementara itu bagi umat Kristen pada Hari Natal.
Miswar menambahkan bahwa dari seluruh  narapidana akan diberikan pembinaan khusus baik itu pembinaan baca Al-Quran, Olah Raga  dan lain sebagainya.  Sementara itu yang masih dalam keadaan tahanan masih dalam pengawasan yang sangat ketat. Dikarenakan petugas belum begitu mengetahui karakteristik tahanan tersebut, sehingga narapidana  saja yang mendapatkan pembinaan khusus. Jika tahanan sudah ditetapkan menjadi narapida oleh kejaksaan  maka juga akan mendapatkan pembinaan dari petugas. (Aryani/EBS)

DPRK Aceh Singkil Berkomitmen Mendukung Pengembangan Standard Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Aceh Singkil

DPRK Aceh Singkil berkomitmen mendukung pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Aceh Singkil.  Dukungan yang diberikan adalah penyediaan anggaran untuk program pelayanan kesehatan yang sudah disusun dan dikembangkan oleh Dinas Kesehatan Aceh Singkil bekerjasama dengan Kinerja-USAID dan Yayasan Daun Aceh Singkil.

Ketua Komisi D, Bidan Pendidikan dan Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil, Nazli, SE mengatakan kepada RRI, bahwa DPRK akan mendukung pengembangan kesehatan di Kabupaten Aceh Singkil, yaitu melalui dana Otsus, Dana Alokasi Khusus (DAK), dan APBK, serta juga dana-dana di luar Pemda Aceh Singkil.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Aceh Singkil, Sulaiman Malau, S.Sos, M.Kes mengatakan program-program yang disusun dan dikembangkan ini diarahkan untuk pencapaian MDGs (Millenium Develompent Goals) 2015. Oleh karena itu butuh kerjasama antara pemerintah daerah dan DPRK Aceh Singkil untuk mencapai Standar Pelayanan Kesehatan yang efektif kepada masyarakat. (Eva Basaria/EBS)

Standard Pelayanan Kesehatan di Aceh Singkil Terus Dikembangkan

Standard Pelayanan Kesehatan di Aceh Singkil Terus Dikembangkan.  Pengembangan ini terus dilakukan melalui pembekalan kepada pelayan kesehatan serta menghadirkan stakeholder yang berkompeten untuk bersama-sama melakukan pengembangan ini. Pembekalan ini diberikan melalui lokakarya kepada Pelayan Kesehatan di Kabupaten Aceh Singkil (3/4), yang diselenggarakan bersama antara Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Singkil bekerjasama dengan Kinerja-USAID.  Hal-hal yang dikembangkan yaitu Kebijakan Service Standar Pemahaman Standar Pelayanan, Pengetahuan akan Tantangan dan Peluang Implementasi Standar Pelayanan Kesehatan, serta Pemahaman Indikator Standar Pelayanan Minimum Kesehatan.
Perwakilan Kinerja-USAID Jakarta, Sunardi mengatakan bahwa untuk pengembangan layanan ini dimulai dari tiga pokok penting yang harus dilakukan yaitu: inovasi, insentif, dan replikasi. Selama lokakarya diberikan contoh Puskesmas Wonoasih yang sudah memiliki layanan yang baik dan sudah sesuai dengan standard pelayanan.  Dari Puskesmas tersebut dapat diadopsi praktek-praktek pelayanan yang baik. Seperti: senam hamil, pijat bayi masal, penataan kebersihan puskesmas, keramahan/kesopanan dalam layanan, database pasien, denah lokasi yang baik, tata kelola yang baik, standard operasional prosedur (SOP) dalam layanan, dan tenaga/petugas yang lengkap.
Selain itu, sistem manajemen Puskesmas juga dijadikan hal penting dalam pengembangan pelayanan kesehatan.  Demikian juga halnya dengan peningkatan sarana dan prasarana seperti  fasilitas penunjang yang mencakup loket, laboratorium, Rongten, USG 4 Dimensi, Pusling, Genset/Penerangan, Tempat Tunggu Pasien.  Dan juga fasilitas umum seperti parkir, taman & playground, serta mushola. (Eva Basaria/EBS)

Peserta Olimpiade Sains di Singkil Sangat Minim

Minat para siswa/I Kabupten Aceh Singkil  untuk mengikuti lomba dalam rangka Olimpiade Sains Nasional (OSN) ditingkat SMA dan MA sangat minim. Dari sejumlah 17 gedung SMA dan MA di Kabupaten Aceh Singkil hanya ada 16 peserta yang mendaftar secara resmi.  Padahal jauh hari sebelumnya Dinas Pendidikan sudah menginformasikan yang berhubungan dengan pelaksanaan OSN  kepada kepala Sekolah agar melakukan pembinaan atau penyeleksian dengan ketat bagi Siswa/I yang memang betul-betul berprestrasi .
Khalilullah, Spd, Selaku Kepala bidang Pendidikan  Kabupaten Aceh Singkil kepada RRI mengatakan (3/4),  kemungkinan dari segi potensi menyangkut dengan SDM pembimbing yang tipis.  Serta  juga masih banyak sekolah yang tidak tersedia guru salah satu dari delapan bidang Studi Olimpiade tersebut.  Sehingga kepala sekolah sangsi untuk mengirim muridnya  melakukan lomba OSN tahun 2012 ,dan kemungkinan besar pihak sekolah tidak melakukan penyeleksian disekolah karena berpikir tidak ada kesempatan untuk meraih juara.
Khalilullah juga mengatakan,  semua buku petunjuk  sudah diberikan kepada 17 sekolah di Kabupaten Aceh Singkil.  Penetapan terakhir pendaftaran yang diumumkan kepada setiap sekolah tingkat SMA dan MA adalah pada tanggal 2 April 2012 lalu.  Khalilullah menambahkan  lomba OSN tingkat Kabupaten akan berlangsung pada tanggal 3 April 2012,  yang dilaksakan pada gedung SMA Negri 1 Gunung Meriah Kabupaten Aceh Singkil.  Bidang Studi yang akan di ujiankan sejumlah delapan bidang Studi, antara lain: Fisika, Matematika, Kimia, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Kebumian dan Komputer, dengan soal Ujian OSN langsung berasal dari jakarta.  Apabila peserta   bisa memperolah hasil atau juara 1, 2 dan 3 dari 16 peserta, maka akan dikirimkan ke Propinsi untuk  meraih kejuaraan tingkat propinsi, yang harus dilewati rintangan  sejumlah Kabupaten yang ada di aceh.   Pengiriman peserta tingkat Propinsi akan berlangsung pada bulan Juni 2012 mendatang. (Defri Suriana/EBS)

Sebagian Masyarakat di Aceh Singkil Kekurangan Air Bersih

Sebagian masyarakat di Kabupaten Aceh Singkil masih belum mendapatkan air bersih.  salah satunya adalah masyarakat  Daerah Aliran Sungai  Tran (DAS) yaitu desa Siti Ambia.  Sampai Saat ini mereka belum mendapatkan air Bersih sepenuhnya. Hal ini dikarenakan PDAM belum masuk ke daerah lorong, yang sudah masuk masih ke daerah jalur umum saja. Sampai saat ini mereka masih menuggu kedatangan air bersih untuk layak di gunakan sebagai air minum dan memasak sehingga mereka tidak lagi membeli air bersih keluar.
Aswalun selaku Kepala Desa Siti Ambia mengatakan kepada RRI untuk penggunaan air bersih  sampai saat ini belum ada tetapi yang sudah ada di jalur umum. Sementara itu untuk di lorong  desa pipa besar sudah masuk  tetapi belum bisa di fungsikan oleh masyarakat yang membutuhkan terutama air minum dan masak untuk kebutuhan sehari-hari. Sementara penggunaan sumur bor yang ada  tidak bersih dan airnya keruh, sehingga hanya bisa di gunakan untuk mandi dan cuci pakaian namun  tidak bisa di pakai untuk air minum dan memasak.
Aswalun berharap agar  air bersih bisa secepatnya masuk ke lokasi mereka sehingga mereka tidak lagi kesulitan air bersih yang selama ini mereka rasakan. Sementara ini  mereka masih menggunakan air keruh bahkan membeli air keluar yang sangat jauh dari kediaman mereka untuk mendapatkan air bersih, bahkan terkadang  mereka menunggu hujan agar dapat air bersih untuk minum dan memasak, namun jika musim kemarau mereka harus membeli air bersih. (Eva Basaria/EBS)

Kapolres Aceh Singkil Menegaskan Tidak Ada Indikasi Penimbunan BBM di Kabupaten Aceh Singkil Jelang Kenaikan Harga BBM Pada 1 April 2012

Kelangkaan BBM terus terjadi di Kabupaten Aceh Singkil jelang Kenaikan BBM pada 1 April 2012.  Akibat SPBU sering tutup beberapa hari ini  menyebabkan masyarakat harus membeli harga eceran seharga RP 7.000 bahkan sampai Rp 9.000 per liternya. Dan apabila SPBU buka, masyarakat sering tidak kebagian BBM dikarenakan  antrian mobil dan juga antrian jerigen dalam jumlah yang cukup banyak.
Ketika dikonfirmasi RRI (30/3) mengenai antrian jerigen yang kemungkinan sebagai indikasi penimbunan, Kapolres Aceh Singkil, AKBP Bambang Safrianto, Sik  mengatakan jerigen yang sering antri di SPBU bukan upaya penimbunan, tetapi adalah untuk kepentingan nelayan dan juga bentuk kepanikan masyarakat akibat rencana kenaikan BBM.  Namun Bambang tidak memungkiri adanya spekulan yang bermain.  Bambang Safrianto menegaskan tidak ada indikasi penimbunan BBM di Aceh Singkil.  Kelangkaan BBM yang terjadi selama ini adalah akibat efek pengurangan pasokan BBM ke Kabupaten Aceh Singkil.
Untuk menghindari adanya spekulan dan penimbunan BBM, Bambang Safrianto mengatakan pihaknya akan mengantisipasi dengan melakukan pengamanan di SPBU yaitu dengan memberikan  arahan kepada pihak SPBU agar melakukan pembatasan dan mendahulukan pengguna kendaraan. Sehingga pendistribusian BBM dilakukan secara adil dan merata.  Artinya apabila ada masuk pasokan BBM, lebih didahulukan kepada masyarakat, kemudian selanjutnya kepada pemilik jerigen.

Bambang Safrianto  menghimbau agar masyarakat tidak panik menyikapi rencana pemerintah untuk menaikkan BBM ini.  Oleh karena itu apabila ada pihak yang ingin protes atau berdemonstrasi diharapkan melakukan dengan cara santun dan menjaga kebebasan orang lain, serta menjauhi tindakan-tindakan anarkis. (Eva  Basaria/EBS)